Refleksi, Bekam, hingga Suwuk: Warga Cilodong Berbondong-bondong Coba Pengobatan Tradisional Pagar Nusa
Pagar Nusa PAC Cilodong Kota Depok menggelar kegiatan pengobatan tradisional ala Pagar Nusa pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut peringatan Harlah NU ke-100 tahun Masehi dan harlah Pagar Nusa ke-40. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk khidmah nyata Pagar Nusa kepada masyarakat.
Setelah sebelumnya dilaksanakan kegiatan istighotsah dan tasyakuran, hari ini menjadi awal rangkaian kegiatan Pagar Nusa dalam rangka menyambut Harlah Pagar Nusa dan harlah Nahdlatul Ulama. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk khidmah dan kepedulian sosial Pagar Nusa kepada masyarakat.
Pelaksanaan rangkaian kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Ketua PC PSNU Pagar Nusa Kota Depok, Ustad Eko Mustopa. Dalam arahannya, beliau menegaskan agar setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa di Kota Depok mengadakan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat, sebagai bagian dari peringatan Harlah Pagar Nusa dan Harlah NU.
Ragam Metode Pengobatan ala Pagar Nusa
Beragam metode pengobatan tradisional ala Pagar Nusa disuguhkan dalam kegiatan tersebut, diantaranya bekam, pijat refleksi, pijat kretek, akupresur, serta suwuk. Metode-metode ini ditangani langsung oleh para praktisi dan kader Pagar Nusa yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB dan berjalan tertib serta lancar.
Sebelum menjalani pengobatan, setiap warga terlebih dahulu menjalani pemeriksaan awal berupa pengecekan tekanan darah dan gula darah. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian dan pelayanan profesional agar metode pengobatan yang diberikan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing peserta. Hal ini juga mendapat apresiasi dari warga karena merasa lebih aman dan diperhatikan.
Ketua pelaksana kegiatan, Kang Ahmad Efendi, menyampaikan rasa syukur atas tingginya partisipasi masyarakat. “Alhamdulillah, pengobatan tradisional ini sangat disambut positif oleh warga. Banyak masyarakat yang ingin mencoba berbagai metode pengobatan ala Pagar Nusa, bahkan ada yang mencoba lebih dari satu terapi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan peran Pagar Nusa tidak hanya dalam bidang bela diri, tetapi juga sosial dan kesehatan tradisional.
Tanggapan Warga dan Pengurus
Salah seorang warga peserta pengobatan, Wisnu, mengaku merasakan manfaat setelah mengikuti terapi pijat refleksi, bekam dan juga pijat kretek. “Badan saya terasa lebih ringan dan pegal-pegal berkurang. Kegiatannya bagus dan sangat membantu warga seperti kami. Semoga sering diadakan,” ungkapnya dengan penuh antusias.
Ketua PAC Pagar Nusa Cilodong, Raden Ari Firmanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pagar Nusa dalam mengabdi kepada masyarakat. “Pagar Nusa tidak hanya berfokus pada latihan pencak silat, tetapi juga hadir untuk kemaslahatan umat. Pengobatan tradisional ini adalah bagian dari warisan keilmuan sekaligus bentuk kepedulian sosial kami,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua MWC NU Kecamatan Cilodong Ustad Abdul Muhyi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pagar Nusa PAC Cilodong. Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan semangat Harlah NU ke-100 yang menekankan peran NU dan badan otonomnya dalam melayani umat. “Ini contoh konkret khidmah NU kepada masyarakat. Pagar Nusa mampu mengemas kegiatan yang bermanfaat, membumi, dan dirasakan langsung oleh warga,” tuturnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan pengobatan tradisional ala Pagar Nusa ini, diharapkan sinergi antara Pagar Nusa, NU, dan masyarakat semakin kuat. Kegiatan serupa juga diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai agenda rutin dalam rangka memperkuat peran sosial Pagar Nusa di tengah masyarakat.
