suasana UKT Pagar Nusa Depok

Ujian Kenaikan Tingkat Pagar Nusa Kota Depok: 120 Pendekar Muda Antusias Hadapi Tantangan

suasana UKT Pagar Nusa Depok

Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa Kota Depok kembali menunjukkan keseriusannya dalam proses kaderisasi dengan menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) secara serentak. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, tanggal 2–3 Maret, dan dilaksanakan di dua titik penting: Pondok Pesantren Al-Muroza, Kecamatan Tapos, serta Pesantren Ibnu Nafis, Kecamatan Sukmajaya.

UKT kali ini bukan hanya menjadi ajang penilaian kemampuan fisik dan teknis para santri pendekar, tetapi juga menjadi wujud nyata dari komitmen Pagar Nusa dalam mencetak generasi yang siap mengabdi. Sebanyak 120 pendekar muda dari berbagai PAC dan ranting hadir mengikuti proses ujian ini dengan penuh semangat, meskipun hujan mengguyur deras sejak sore hingga malam hari. Cuaca yang tidak bersahabat justru tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyelesaikan ujian dengan penuh dedikasi.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Eko Mustopa, Ketua PC Pagar Nusa Kota Depok, menyampaikan rasa harunya atas perkembangan organisasi. “Dulu saya sempat bingung harus memulai dari mana. Tapi setelah dijalani bersama, ternyata semuanya bisa menjadi mungkin,” ujar beliau. Ustadz Eko menegaskan bahwa gerakan Pagar Nusa sejatinya telah diterima baik oleh masyarakat, hanya saja promosi dan edukasi tentang manfaat organisasi ini masih perlu diperkuat.

Menurutnya, Pagar Nusa bukan sekadar organisasi pencak silat, melainkan bagian dari perjuangan menjaga marwah NU melalui jalur bela diri dan pembinaan karakter. Oleh karena itu, peran kader, pelatih, dan pengurus sangat vital dalam memperkenalkan nilai-nilai luhur Pagar Nusa kepada masyarakat luas. “Yang penting itu bekerja dengan ikhlas. Tidak harus besar, tapi konsisten dan dijelaskan kepada masyarakat. Pasti mereka akan menerima dan ikut mendukung,” tambahnya.

Fakta menarik lainnya, para orang tua dengan antusias melepas anak-anak mereka untuk mengikuti kegiatan ini. Kepercayaan yang besar kepada Pagar Nusa menunjukkan bahwa organisasi ini sudah mulai mendapat tempat di hati masyarakat. Selain itu, para pendekar muda juga menunjukkan mental baja. Tidak ada keluhan yang terdengar meski kondisi fisik diuji secara intensif selama dua hari penuh.

Melalui kegiatan ini, Pagar Nusa Kota Depok berhasil membuktikan bahwa proses kaderisasi berjalan serius dan sistematis. UKT bukan hanya menjadi ritual rutin organisasi, melainkan titik ukur perkembangan setiap pendekar. Dengan semangat pengabdian, hujan deras pun tak mampu menghentikan langkah para pendekar muda NU untuk terus melaju dan berkembang.