Gelar Rakercab II, Pagar Nusa Depok Gandeng LAZISNU Perkuat Kemandirian Finansial Organisasi
Sabtu, 16 Mei 2026 Pagar Nusa PC Kota Depok mengadakan Rakercab ke-2 yang bertempat di kantor Kecamatan Cipayung Kota Depok. Acara ini merupakan agenda tahunan Pagar Nusa PC Kota Depok.
Pada Rakercab ke-2 ini PC Pagar Nusa Kota Depok resmi menggandeng LAZISNU Kota Depok untuk memperkuat tata kelola filantropi di lingkungan internal organisasi. Sinergi strategis ini diwujudkan melalui agenda penguatan kapasitas kader Jaringan Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (JPZISNU)
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata Pagar Nusa Depok dalam mentransformasikan organisasi pencak silat tidak hanya kokoh secara fisik dan spiritual, tetapi juga mandiri secara finansial melalui pengelolaan ZIS yang profesional.
Ketua PC PSNU Pagar Nusa Kota Depok, Ustadz Eko Mustopa, menegaskan bahwa kehadiran JPZISNU di tubuh Pagar Nusa merupakan instrumen penting untuk memperluas jangkauan gerakan sosial masyarakat, khususnya di lingkungan persilatan. Menurutnya, Pagar Nusa berkomitmen penuh untuk ikut serta memperjuangkan hak-hak dasar para mustahik (penerima zakat).
“Di Pagar Nusa, kami juga berkonsentrasi memperjuangkan hak-hak dasar mustahik. Kehadiran JPZISNU ini menjadi bagian penting dalam gerakan sosial dan pemberdayaan masyarakat yang kami lakukan,” ujar Ustadz Eko.
Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kemitraan ini, Direktur Eksekutif NU Care LAZISNU Kota Depok, Sodiqul Anwar, M.Hum, hadir langsung memberikan pembekalan dan penguatan kepada para kader JPZISNU Pagar Nusa. Sodiq mengingatkan bahwa kunci keberlanjutan sebuah gerakan sosial sangat bergantung pada efektivitas pengumpulan dana (fundraising).
“JPZISNU Pagar Nusa tanpa fundraising akan sulit berkembang,” tegas Sodiq di hadapan para peserta Rakercab.
Untuk membekali para kader, Sodiq membagikan sejumlah best practice (praktik terbaik) dalam mengelola donasi. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang akuntabel dan transparan, mulai dari pendataan calon donatur secara terstruktur hingga penyampaian laporan kinerja yang jelas saat berinteraksi dengan masyarakat.
Selain memberikan edukasi teknis, LAZISNU Depok juga mengingatkan para kader Pagar Nusa untuk percaya diri dalam bergerak karena payung hukum JPZISNU sudah diakui oleh negara. Legalitas resmi ini harus dimanfaatkan secara maksimal demi kemaslahatan umat yang lebih luas.
“Ini penting, karena dengan legalitas kita bisa menjalankan hak dan kewajiban sebagaimana diatur oleh pemerintah dan hukum agama,” pungkas Sodiq.
Melalui momentum Rakercab II dan penguatan kader JPZISNU ini, Pagar Nusa Kota Depok bersama LAZISNU Depok berharap dapat melahirkan sistem tata kelola organisasi yang lebih modern, transparan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan umat serta kemandirian para pesilat NU di Kota Depok.
